Perusahaan akan berkembang tergantung dari bagaimana perusahaan mampu mengkomunikasikan atau mengenalkan produknya ke konsumen. Hal ini perlu strategi komunikasi pemasaran yang tepat baik secara konvensional maupun digital. Team marketing harus mampu memahami bagaimana melakukan komunikasi pemasaran yang efektif.
Apa itu komunikasi pemasaran?
Komunikasi pemasaran adalah proses penyampaian informasi dan pesan promosi kepada audiens target dengan tujuan memengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku mereka terkait produk atau layanan yang ditawarkan. Tujuan utama dari komunikasi pemasaran adalah untuk meningkatkan kesadaran merek, membangun citra merek yang kuat, meningkatkan penjualan, dan memperoleh loyalitas pelanggan. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari komunikasi pemasaran:
Unsur-unsur komunikasi
Unsur-unsur komunikasi merupakan bagian-bagian atau elemen-elemen yang terlibat dalam proses penyampaian pesan dari seorang pengirim kepada seorang penerima. Berikut ini adalah unsur-unsur komunikasi yang umumnya diakui dalam teori komunikasi:
- Pengirim (Sender)
adalah individu atau entitas yang menginisiasi proses komunikasi dengan menyampaikan pesan kepada penerima. Pengirim bertanggung jawab untuk merumuskan pesan dan mengirimkannya melalui saluran komunikasi yang sesuai - Pesan (Message)
adalah informasi atau gagasan yang ingin disampaikan oleh pengirim kepada penerima. Pesan dapat berupa kata-kata, gambar, suara, atau kombinasi dari semuanya. Pesan harus dirumuskan dengan jelas agar dapat dipahami oleh penerima. - Saluran (Channel)
Saluran adalah medium atau cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima. Saluran komunikasi dapat berupa lisan, tertulis, visual, atau elektronik, seperti wicara langsung, surat, buletin, televisi, radio, dan internet - Penerima (Receiver)
adalah individu atau entitas yang menerima pesan yang disampaikan oleh pengirim. Peran penerima adalah untuk memahami, menafsirkan, dan merespons pesan yang diterimanya - Umpan Balik (Feedback)
adalah tanggapan atau respons yang diberikan oleh penerima kepada pengirim setelah menerima pesan. Umpan balik penting karena memberikan informasi tentang sejauh mana pesan telah dipahami dan diterima dengan baik oleh penerima. - Konteks (Context)
situasi atau kondisi di mana komunikasi terjadi. Konteks mencakup faktor-faktor seperti waktu, tempat, budaya, latar belakang, dan tujuan komunikasi, yang dapat memengaruhi pemahaman dan interpretasi pesan. - Gangguan (Noise)
adalah faktor-faktor eksternal atau internal yang mengganggu proses komunikasi dan dapat mengurangi kejelasan atau efektivitas pesan. Gangguan dapat berupa kebisingan fisik, gangguan psikologis, atau kesalahan dalam penyampaian pesan
Komunikasi pemasaran merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengkoordinasikan beberapa elemen promosi dan kegiatan pemasaran lainnya sehingga terjalin komunikasi dengan konsumen perusahaan (Belch &Belch, 2004). Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut bauran promosi (promotional mix) disebut bauran promosi karena biasanya pemasar sering menggunakan jenis promosi yang terintergrasi dalam suatu rencana promosi produk.
Terdapat lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran promosi yaitu iklan (advertising), penjulan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (publlic and publlic relation) serta pemasaran langsung (direct marketing) (Kotler, 2000).
1. Iklan (Advertising)
Iklan tersebut dirancang untuk menarik perhatian target audiens, menyampaikan pesan yang jelas tentang produk atau layanan, dan memicu respons yang diinginkan, seperti pembelian, kunjungan ke toko, atau interaksi lebih lanjut dengan merek tersebut.
- Iklan Cetak, Sebuah perusahaan minuman mungkin memasang iklan di majalah atau surat kabar lokal yang menampilkan produk baru mereka dengan gambar yang menarik dan deskripsi singkat tentang rasa dan manfaatnya.
- Iklan Televisi, Sebuah perusahaan pakaian mungkin membuat iklan televisi yang menampilkan model yang memakai koleksi terbaru mereka, sambil menyoroti kualitas, gaya, dan kenyamanan produk mereka.
- Iklan Radio, Sebuah restoran mungkin membuat iklan radio yang menampilkan suara yang menggoda dengan deskripsi hidangan spesial mereka dan menawarkan diskon khusus kepada pendengar yang menyebutkan iklan tersebut saat memesan.
- Iklan Luar Ruangan (Outdoor Advertising), Sebuah perusahaan perjalanan mungkin memasang iklan di billboard di sepanjang jalan raya yang menampilkan gambar destinasi liburan yang menarik dengan slogan yang menggugah minat seperti “Jelajahi Surga di Pulau Tropis Kami”.
- Iklan Digital, Sebuah aplikasi seluler mungkin menampilkan iklan banner di dalam aplikasinya yang mengiklankan fitur premium atau produk tambahan kepada pengguna yang memakai versi gratis aplikasi tersebut.
- Iklan Sosial Media, Sebuah merek fashion bisa membuat iklan yang ditampilkan di beranda Facebook atau Instagram pengguna, menampilkan produk terbaru mereka dengan gambar yang menarik dan teks yang mengajak pengguna untuk berbelanja.
- Iklan Video Online, Sebuah perusahaan teknologi mungkin membuat iklan video pendek yang ditayangkan sebelum video YouTube atau di platform streaming lainnya, menyoroti fitur unggul produk mereka dan bagaimana produk tersebut dapat memecahkan masalah pengguna.
- Iklan di dalam Permainan (In-Game Advertising), Sebuah merek minuman energi mungkin menampilkan logo mereka di dalam permainan video populer sebagai bagian dari pemandangan atau sponsor acara dalam suatu permainan, dan terkadang bisa ditemukan sebagai selipan konten rahasia yang bisa dicari (Easter-Egg).
2. Personal Selling
Personal selling adalah proses interaksi langsung antara seorang penjual (atau tim penjualan) dan calon pembeli dengan tujuan untuk mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Berbeda dengan metode komunikasi pemasaran lainnya yang lebih massal, personal selling memungkinkan interaksi langsung yang lebih personal antara penjual dan calon pembeli, sehingga memungkinkan untuk penyesuaian pesan dan presentasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi individu. Berikut adalah beberapa contoh personal selling:
- Kunjungan Penjualan Langsung, Seorang perwakilan penjualan mengunjungi calon pembeli secara langsung di kantor atau tempat kerja mereka untuk menyampaikan penawaran produk atau layanan, menjelaskan fitur dan manfaat, serta menjawab pertanyaan mereka.
- Telepon Penjualan, Seorang sales melakukan panggilan telepon langsung kepada calon pembeli untuk memperkenalkan produk atau layanan, menawarkan solusi untuk masalah atau kebutuhan mereka, dan mengajak mereka untuk melakukan pembelian atau membuat janji temu.
- Presentasi Penjualan, Seorang penjual melakukan presentasi di depan kelompok calon pembeli, baik dalam bentuk pertemuan tatap muka atau secara virtual, untuk menjelaskan detail produk atau layanan, menyoroti manfaatnya, dan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian.
- Pameran Dagang (Trade Shows), Seorang perwakilan penjualan mewakili perusahaan di pameran dagang atau acara industri untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung, memperkenalkan produk atau layanan, dan menjalin hubungan dengan prospek potensial.
- Demonstrasi Produk, Seorang penjual melakukan demonstrasi langsung produk di toko atau lokasi lainnya, memperlihatkan cara penggunaan produk, menyoroti fitur-fitur kunci, dan memberikan kesempatan kepada calon pembeli untuk mencoba produk tersebut sendiri.
- Konsultasi Penjualan, Seorang penjual berperan sebagai konsultan bagi calon pembeli, membantu mereka memahami kebutuhan atau masalah mereka, memberikan saran tentang solusi yang paling sesuai, dan membimbing mereka melalui proses pembelian.
- Penjualan melalui Email atau Pesan Langsung, Meskipun bukan interaksi langsung secara fisik, penjualan melalui email atau pesan langsung tetap dapat dianggap sebagai bentuk personal selling, terutama ketika pesan dikustomisasi dan ditujukan secara langsung kepada calon pembeli.
3. Sales Promotion
Sales promotion adalah strategi pemasaran yang dirancang untuk meningkatkan penjualan secara cepat dengan memberikan insentif sementara kepada konsumen atau pelanggan potensial. Tujuannya adalah untuk mendorong pembelian, meningkatkan kesadaran merek, atau menggerakkan produk atau layanan dari rak penjualan secara lebih efektif. Sales promotion dapat meliputi berbagai taktik dan insentif, termasuk diskon, kupon, kontes, hadiah, sampel gratis, penawaran khusus, atau program loyalitas. Berikut adalah beberapa contoh sales promotion:
- Diskon, Penawaran diskon langsung pada harga produk, baik dalam bentuk persentase tertentu atau jumlah tetap, untuk mendorong pembelian langsung.
- Kupon, Pemberian kupon kepada konsumen yang dapat digunakan untuk mendapatkan diskon atau keuntungan tambahan saat pembelian produk.
- Kontes atau Lomba, Mengadakan kontes atau lomba di mana konsumen dapat berpartisipasi dengan membeli produk atau mengikuti instruksi tertentu untuk memenangkan hadiah.
- Hadiah Gratis, Memberikan hadiah gratis atau bonus produk kepada konsumen yang membeli produk tertentu atau mencapai target pembelian.
- Sampel Gratis, Memberikan sampel gratis produk kepada konsumen untuk mencoba sebelum memutuskan untuk membelinya.
- Penawaran Khusus, Menawarkan penawaran khusus, seperti “beli satu dapat satu gratis” atau “beli dua, dapat diskon 50%”, untuk mendorong pembelian produk dalam jumlah yang lebih besar.
- Program Loyalti, Membuat program loyalitas di mana konsumen dapat mengumpulkan poin atau hadiah dengan setiap pembelian produk, yang kemudian dapat ditukarkan dengan hadiah atau diskon di masa mendatang.
Sales promotion dapat menjadi strategi yang efektif dalam menghasilkan peningkatan penjualan jangka pendek dan memicu pembelian impulsif dari konsumen. Namun, perlu dipertimbangkan dengan hati-hati agar tidak merusak citra merek atau mengurangi keuntungan jangka panjang.
4. Public Relations
Public relations (PR) adalah praktik manajemen yang bertujuan untuk membangun, memelihara, dan meningkatkan hubungan yang baik antara suatu organisasi atau perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan atau publik yang relevan. Tujuan utama dari kegiatan public relations adalah untuk memperkuat citra merek, membangun kepercayaan, dan mengelola persepsi publik terhadap perusahaan atau organisasi tersebut.
- Media Relations, Berinteraksi dengan media massa, baik cetak maupun elektronik, untuk mendapatkan liputan positif tentang perusahaan atau produknya. Ini bisa berupa menyebarkan siaran pers, mengadakan konferensi pers, atau mengirimkan sampel produk kepada wartawan.
- Hubungan Masyarakat, Membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pelanggan, investor, karyawan, dan komunitas lokal. Ini bisa dilakukan melalui program-program komunikasi, acara-acara khusus, atau partisipasi dalam kegiatan amal.
- Manajemen Krisis, Menangani dan merespons krisis yang mungkin terjadi, seperti kecelakaan produk, skandal, atau kontroversi, dengan cepat dan efektif untuk meminimalkan dampak negatifnya terhadap citra perusahaan.
- Pembinaan Merek, Mengembangkan pesan dan narasi yang konsisten tentang merek perusahaan atau produknya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang nilai-nilai merek tersebut.
- Komunikasi Internal, Memastikan bahwa karyawan memiliki pemahaman yang jelas tentang misi, nilai, dan tujuan perusahaan serta berperan sebagai duta merek yang efektif.
- Acara dan Sponsorship, Mengadakan acara-acara khusus atau menjadi sponsor acara-acara atau program-program yang relevan dengan industri atau nilai-nilai merek perusahaan.
- Pengelolaan Media Sosial, Mengelola dan memonitor aktivitas perusahaan di platform media sosial untuk membangun hubungan yang positif dengan pelanggan dan memperluas jangkauan merek.
Public relations sangat penting dalam menjaga reputasi perusahaan, memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, public relations dapat menjadi alat yang kuat dalam mencapai tujuan bisnis dan memperkuat posisi kompetitif perusahaan.
5. Direct Marketing
Direct marketing adalah strategi pemasaran yang melibatkan komunikasi langsung antara perusahaan dan konsumen potensial atau pelanggan yang ditujukan secara spesifik dan personal. Tujuan utama dari direct marketing adalah untuk menghasilkan respons langsung dari target pasar, baik dalam bentuk pembelian, permintaan informasi lebih lanjut, pendaftaran, atau interaksi lainnya. Salah satu karakteristik kunci dari direct marketing adalah bahwa pesan pemasaran dikirimkan secara langsung kepada individu atau kelompok tertentu, bukan melalui saluran media massa yang luas. Beberapa contoh direct marketing meliputi:
- Surat Langsung, Mengirimkan surat promosi atau katalog produk langsung ke alamat rumah atau alamat email konsumen potensial.
- Pemasaran Email, Mengirimkan email promosi atau newsletter kepada daftar langganan pelanggan yang telah disetujui.
- Telepon Pemasaran, Melakukan panggilan langsung kepada konsumen potensial untuk memperkenalkan produk atau layanan, menawarkan promosi khusus, atau mengajak mereka untuk melakukan pembelian.
- Pemasaran Pesan Teks, Mengirimkan pesan teks atau SMS kepada pelanggan dengan penawaran khusus atau informasi tentang produk atau layanan.
- Pemasaran melalui Katalog, Mengirimkan katalog produk secara teratur kepada pelanggan untuk memperkenalkan produk baru atau menawarkan promosi khusus.
- Pemasaran melalui Telepon Genggam, Menggunakan aplikasi perpesanan atau media sosial untuk berkomunikasi langsung dengan pelanggan potensial dan memberikan penawaran khusus atau informasi produk.
- Pemasaran melalui Saluran Online, Menggunakan iklan online, situs web, atau media sosial untuk menyebarkan pesan pemasaran secara langsung kepada konsumen potensial.
Direct marketing dapat menjadi strategi yang efektif dalam menargetkan secara spesifik konsumen potensial yang paling mungkin tertarik dengan produk atau layanan perusahaan. Dengan memanfaatkan data dan analisis, perusahaan dapat menyusun pesan pemasaran yang lebih relevan dan menarik untuk meningkatkan respons dan konversi dari kampanye direct marketing mereka.
Author : Suworo, S.Si.,M.M. & Stenly



