Mengenal apa itu E-Commerce

E-Commerce atau disebut juga E-Niaga, adalah perkembangan transaksi antar perusahaan dan atau  individu di Internet, terutama untuk membeli dan menjual produk dan layanan, menggunakan aplikasi seperti email, pesan instan, keranjang belanja ataupun layanan Web.

Istilah E-Commerce dan E-Bisnis sering digunakan secara bergantian, serta istilah E-Tail pun juga terkadang digunakan untuk merujuk pada proses transaksional untuk belanja online.

E-Commerce juga sering disebut dan dikatakan dengan marketplace, di mana hal ini menurut Kami pribadi adalah bahwa keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang sama, yaitu sebagai platform untuk melakukan transaksi jual beli secara elektronik.

Walaupun tentunya ada beberapa perbedaan antara keduanya, namun istilah marketplace sering digunakan sebagai sinonim untuk E-Commerce karena memiliki konsep dan karakteristik yang serupa.

Penetrasi progresif Internet dan kemungkinan-kemungkinannya telah berlipat ganda hubungan perdagangan online. Tren ini dimulai pada tahun 1970 dengan transfer dana, dengan kedatangan World Wide Web, dan ini menjadi peluang bagi teknologi tradisional perusahaan dan awal bisnis yang hanya beroperasi secara online. Booming perangkat seluler, khususnya ponsel pintar, telah membuka pintu bagi hal tersebut Mobile Commerce (M-Commerce), yaitu perdagangan elektronik dengan menggunakan perangkat seluler, Laudon KC, Traver CG (2012).

Perdagangan elektronik atau E-Commerce adalah suatu mekanisme dan proses bisnis secara elektronik, yang menghubungkan perusahaan, komunitas dan konsumen tertentu dalam menyediakan barang, jasa, pengambil alih hak, kontrak dan pembayaran melalui transaksi digital/elektronik. E-Commerce mencakup distribusi, penjualan, pembelian, marketing dan service dari sebuah produk yang dilakukan dalam sebuah sistem elektronika seperti internet atau bentuk jaringan internet yang lain

Pengertian E-Niaga atau E-Commerce
image@medium.com

Istilah E-Commerce berasal dari bahasa Inggris, yaitu penggabungan antara dua buah kata, E dan Commerce. Kata (E) atau Electronic adalah ilmu elektronik (muatan listrik), alat-alat elektronik, atau semua hal yang berhubungan dengan dunia elektronika dan teknologi. Sedangkan (C) Commerce adalah perdagangan dan perniagaan. Sehingga E-Commerce adalah transaksi perdagangan melalui media elektronik yang terhubung dengan internet.

Commerce juga merupakan seluruh transaksi nilai yang melibatkan transfer informasi, produk, jasa atau pembayaran melalui jaringan elektronika sebagai media. Melalui media tersebut barang dan jasa yang bernilai ekonomi yang diracang, dihasilkan, diiklankan, dikatalogkan, diinventarisasi, dibeli atau dikirimkan.

Pengertian  E-Commerce merupakan singkatan dari Electronic Commerce, E-Commerce adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa, atau transmisi dana atau data, melalui jaringan elektronik, terutama internet berdasarkan simpulan yang bersumber dari Situs Techtarget.

Transaksi bisnis yang terjadi di dalam pasar internet ini dapat terjadi baik sebagai bisnis-ke-bisnis (B2B), bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-konsumen atau konsumen-ke-bisnis.

Bagaimana dengan perdagangan elektronik (E-Niaga), dalam  cakupan global ini E-Niaga disebut dengan istilah e-commerce, perdagangan elektronik adalah segala aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian dan pemasaran produk (barang dan juga jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti menggunakan internet dan jaringan komputer.

Arti dari E-Commerce (Electronic Commerce) dapat juga kita artikan sebagai sebuah aktivitas dalam penggunaan teknologi dan komunikasi pengolahan digital technology dalam melakukan transaksi usaha, untuk menciptakan, mengganti, dan mendefenisikan balik interaksi antara penjual dan juga pembeli

Transaksi sebuah E-Commerce ini tidak lagi dilihat sebagai hal baru di tanah air , bahkan perkembangannya terbilang pun hingga sekarang dapat dikatakan sangat pesat.

Agar lebih memahami arti dan pengertian E-Commerce, pastinya kita juga harus merujuk kepada pendapat para pakar dan ahli terkait definisi mereka tentang E-Commerce. Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang E-Commerce serta juga dampaknya bagi warga masyarakat. Adapun beberapa pengertian E-Commerce menurut para ahli sebagai berikut:

  • Menurut Loudon (1998), E-Commerce merupakan suatu proses transaksi yang dilakukan dari pembeli dan penjual dalam membeli serta menjual aneka macam produk secara elektronika dari perusahaan ke perusahaan yang lainnya dengan menggunakan memakai komputer sebagai perantara transaksi usaha yang dilakukan.
  • Menurut Kalakota dan Whinston (1997), definisi E-Commerce adalah sebuah aktivitas belanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya pun dilakukan melalui transfer uang secara digital. Keduanya (Kakakota dan Whinston) meninjau definisi dan arti E-Commerce dari 4 (empat) perspektif, sebagai berikut:
    • Komunikasi, Pengertian E-Commerce adalah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer ataupun peralatan elektronik yang lainnya.
    • Proses Bisnis, Definisi E-Commerce adalah application atau penerapan dari sebuah teknologi menuju otomatisasi berdasarkan transaksi bisnis dan aliran kerja.
    • Layanan, Sebuah E-Commerce merupakan alat yang dapat digunakan untuk memenuhi jasa perusahaan, manajemen, dan juga konsumen untuk mengurangi banyaknya biaya yang digunakan dalam layanan atau service cost pada saat meningkatkan kualitas barang dan mempercepat layanan pengiriman.
    • Online, Pengertian E-Commerce adalah sesuatu yang menyediakan kemudahan dalam menjual dan membeli produk serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online lain.
Karakteristik E-Commerce

Menurut Sakti (2001), transaksi melalui E-Commerce memiliki beberapa perbedaan dengan perdagangan konvensional biasa, adapun karakteristik E-Commerce antara lain yaitu sebagai berikut:

  • Transaksi Tanpa Batas, Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go internasional . Sehingga hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan hanya membuat situs web dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu 24 jam, dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara online.
  • Transaksi Anonim, Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
  • Produk Digital dan Non digital, Produk-produk digital seperti software komputer, musik, dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara download secara elektronik. Dalam perkembangannya objek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainya.
  • Produk Barang Tidak Berwujud, Banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang E-Commerce dengan menawarkan barang tidak berwujud seperti data, software, dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Jenis-Jenis E-Commerce

E-Commerce merupakan fenomena yang semakin luas dan beragam; Karena itu, klasifikasinya sulit. Bagaimanapun, klasifikasi yang paling banyak digunakan adalah produk yang didasarkan pada sifat transaksinya dengan melihat hubungannya antara perusahaan dan/atau antara mereka dan pelanggan akhir mereka. Menurut Teresa P. (2016) E-Commerce dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Bisnis ke bisnis (B2B), ini adalah perusahaan mapan yang beroperasi melalui Internet di mana konsumen tidak terlibat. Produsen mobil, misalnya, menggunakan platform pembelian online untuk pemasoknya untuk menempatkan pesanan mereka.
  2. Bisnis ke konsumen (B2C), ini adalah model yang paling populer dan tersebar luasInternet, tempat perusahaan menjual produknya (misalnya Zalando, Amazon, AliExpress) atau layanan (Spotify) kepada konsumen melalui Web.
  3. Bisnis ke karyawan (B2E), ini adalah model e-commerce yang diturunkan yang sebelumnya hanya diikuti oleh perusahaan dan karyawannya. Microsoft, misalnya menggunakannya agar para pekerjanya dapat memesan perlengkapan kantor, dokumen dan kartu perusahaan. Ini adalah jenis bisnis yang menghasilkan keterlibatan staf melalui, misalnya, penawaran menarik yang mendorong kinerja mereka, itulah alasan mengapa perusahaan besar sangat tertarik dengan model ini.
  4. Pemerintah ke konsumen (G2C), ini adalah variasi B2C untuk administrasi publik. Ini adalah model e-commerce yang mendapatkan bobot progresif dalam penerapannya melalui administrasi elektronik. Contoh nyatanya adalah pembayaran pajak melalui Internet.
  5. Konsumen ke konsumen (C2C), adalah hal biasa di sektor dimana konsumen akhir berhubungan satu sama lain, jauh dari perusahaan, untuk transaksi mereka sendiri. Ini adalah model bisnis yang menjadi lebih kuat dengan ekonomi crowdsourcing (misalnya BlaBlaCar atau Uber) atau portal pembelian dan penjualan online (eBay).

[su_box title=”Author – Suworo, S.Si.,M.M.”]Saat ini penulis adalah Dosen Manajemen Universitas Pamulang Tangerang Selatan dan di amanahi sebagai Manajer Marketing di Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School Depok.[/su_box]

Scroll to Top