Pemasaran Merupakan Faktor Penting Untuk Mencapai Sukses Bagi Perusahaanya, Akan Mengetahui Adanya Cara Dan Falsafah Baru Yang Disebut Konsep Pemasaran. Kotler (2012:17) Memberikan Definisi Konsep Pemasaran Menyatakan Bahwa Kunci Untuk Meraih Tujuan Organisasi Adalah Menjadi Efektif Daripada Pesaing Dalam Memadukan Kegiatan Pemasaran Guna Menetapkan Dan Memuaskan Kebutuhan Dan Keinginan Pasar Sasaran. Perkembangan Marketing Akhir Akhir Ini Begitu Pesat Dengan Munculnya Perkembangan Teknologi Digital.

Digital Marketing Sebagai Eksploitasi Terhadap Teknologi Digital Yang Digunakan Untuk Menciptakan Suatu Saluran Untuk Mencapai Resipien Potensial Untuk Mencapai Tujuan Perusahaan Melalui Pemenuhan Kebutuhan Konsumen Yang Lebih Efektif. Digital Marketing Membantu Sebuah Perusahaan Dalam Mempromosikan Dan Memasarkan Produk Maupun Jasa Yang Mereka Punya. Digital Marketing Juga Dapat Membuat Atau Membuka Pasar-Pasar Baru Yang Sebelumnya Tertutup Karena Adanya Keterbatasan Waktu, Cara Komunikasi, Maupun Jarak.
Dalam The Third Wave, Toffler (1980) Memperkirakan Demarketisasi Masyarakat Pascaindustri. Tiga Dekade Kemudian, Akhir Dari Pemasaran Masih Belum Terlihat, Meskipun, Seperti Yang Dikemukakan Kotler(1986), Pemasaran Harus Memikirkan Kembali Landasannya Untuk Beradaptasi Dengan Masyarakat Dan Individu Gelombang Ketiga.
Pada Tahun 1999, Schutz Dan Holbrook Mengacu Pada Tragedi Milik Bersama Yang Menekankan Rendahnya Efisiensi Strategi Pasar Karena Penggunaan Strategi Dan Alat Yang Berlebihan Dan Berulang-Ulang. Pada Dekade Terakhir Abad Kedua Puluh, Organisasi Mulai Berkembang Terpaksa Menggunakan Lebih Banyak Sumber Daya Untuk Menjangkau Khalayak Yang Semakin Berkurang. Resistensi Konsumen Terhadap Tindakan Pemasaran Menunjukkan Adanya Krisis Yang Mendalam.
Konteks Kejenuhan Komunikasi Di Mana Semakin Banyak Merek Bersaing Untuk Mendapatkan Perhatian Dan Loyalitas Khalayak Memaksa Perspektif Dan Konsep Pemasaran Tradisional Berubah. Selama Proses Ini, Perubahan Yang Paling Relevan Adalah Peralihan Kekuasaan Dari Pemasar Ke Konsumen.

Perspektif Konsumen Telah Hadir Dalam Definisi Pemasaran Sejak Tahun 1960 An, Kotler P. Dalam Teresa P. (1916). Meskipun Baru Dalam Beberapa Dekade Terakhir Ini Menjadi Pusat Perhatian Dalam Strategi Pemasaran Apa Pun. Pendekatan Ini Mengarah Pada Penggabungan Aspek-Aspek Seperti Kepuasan Konsumen, Orientasi Pasar Atau Nilai Konsumen Dalam Manajemen Pemasaran, Rust RT. Dkk. (2004).
Namun Banyak Pemasar Yang Masih Memikirkan Produk, Tempat, Promosi Dan Harga, Variabel McCarthy Atau Model 4P McCarthy EJ (1964), Yang Tidak Menyerahkan Peran Apa Pun Kepada Konsumen. Paradigma Pemasaran Yang Berfokus Pada Produksi Ini Kemudian Ditantang Oleh Model Lauterborn Yang Berpusat Pada Pengguna, Lauterborn B (1990). 4P Dalam Bauran Pemasaran Menghasilkan 4C Yang Mengubah Produk Menjadi Solusi Pelanggan, Harga Menjadi Biaya Bagi Pelanggan, Tempat Menjadi Kenyamanan, Dan Promosi Menjadi Komunikasi. Ini Adalah Perspektif Baru Untuk Pemasaran Operasional Yang Akan Memiliki Relevansi Khusus Di Dunia Online.
Dalam Beberapa Tahun Terakhir, Langkah-Langkah Lebih Lanjut Telah Diambil—Pemasaran Tidak Hanya Berfokus Secara Eksklusif Pada Konsumen Namun Juga Mencoba Mendatangkan Audiens Yang Berbeda Ke Dalam Organisasi. Pendekatan Baru Ini Didefinisikan Oleh American Marketing Association Sebagai Suatu Aktivitas, Serangkaian Institusi Dan Proses Untuk Menciptakan, Mengkomunikasikan, Menyampaikan Dan Bertukar Penawaran Yang Memiliki Nilai Bagi Pelanggan, Klien, Mitra Dan Masyarakat Luas, AMA (2013).
Booming Internet Untuk Organisasi Dan Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Yang Berbeda Membawa Transformasi Mendalam Pada Pemasaran, Alat Dan Strateginya, Krishnamurthy S. (2006). Meskipun Pada Awalnya Organisasi-Organisasi Memahami Internet Sebagai Saluran Baru Untuk Meningkatkan Kehadiran Mereka, Mereka Segera Mulai Mencari Cara Untuk Memaksimalkan Berbagai Platform Dan Layanannya. Saat Ini, Komunikasi Pemasaran Online Adalah Bagian Penting Dari Pemasaran Operasional Dari Sudut Pandang Menjadi Jalur Pemasaran Digital Tertentu.
Definisi Digital Marketing
Kehadiran Internet Di Akhir Abad 20 Membuka Banyak Peluang Baru. Termasuk Di Bidang Pemasaran Yang Kemudian Melahirkan “Digital Marketing” Atau Internet Marketing. Meski Istilah Ini Sudah Banyak Digunakan, Banyak Juga Yang Belum Memahami Apa Sih Sebenarnya Digital Marketing Itu?
Digital Marketing Atau Pemasaran Digital Adalah Kegiatan Promosi Produk Barang Maupun Jasa Atau Mencari Saluran Atau Channel Termasuk Kegiatan Branding Menggunakan Berbagai Media Digital Seperti Website, E-Mail, Data Base, Digital TV Dan Melalui Berbagai Inovasi Terbaru Lainnya Termasuk Di Dalamnya Blog, Adwords, Feed, Podcast Dan Jejaring Sosial Sehingga Memberikan Kontribusi Terhadap Kegiatan Pemasaran.
Digital Marketing Sebagai Eksploitasi Terhadap Teknologi Digital Yang Digunakan Untuk Menciptakan Suatu Saluran Untuk Mencapai Resipien Potensial Untuk Mencapai Tujuan Perusahaan Melalui Pemenuhan Kebutuhan Konsumen Yang Lebih Efektif. Digital Marketing Membantu Sebuah Perusahaan Dalam Mempromosikan Dan Memasarkan Produk Maupun Jasa Yang Mereka Punya. Digital Marketing Juga Dapat Membuat Atau Membuka Pasar-Pasar Baru Yang Sebelumnya Tertutup Karena Adanya Keterbatasan Waktu, Cara Komunikasi, Maupun Jarak.
Berikut Definisi Dan Pengertian Digital Marketing Dari Beberapa Sumber Buku:
- Menurut Purwana Dkk (2017), Digital Marketing Adalah Aktivitas Mempromosikan Dan Mencarikan Pasar Melalui Media Digital Secara Online Dengan Menggunakan Berbagai Sarana Seperti Jejaring Sosial.
- Menurut Nadya (2016), Digital Marketing Adalah Pemasaran Dengan Menggunakan Penerapan Teknologi Secara Digital. Salah Satu Bentuk Marketing Digital Dengan Menggunakan Media Elektronik Atau Internet Adalah Internet Marketing (E-Marketing).
- Menurut Sanjaya Dan Tarigan (2016), Digital Marketing Adalah Kegiatan Marketing Termasuk Branding Yang Menggunakan Berbagai Media Berbasis Web Seperti Blog, Website, E-Mail, Adwords, Ataupun Jejaring Sosial.
- Menurut Chaffey (2002), Digital Marketing Adalah Penerapan Teknologi Digital Yang Membentuk Online Channel Ke Pasar (Website, E-Mail, Data Base, Digital TV Dan Melalui Berbagai Inovasi Terbaru Lainnya Termasuk Didalamnya Blog, Feed, Podcast, Dan Jejaring Sosial) Yang Memberikan Kontribusi Terhadap Kegiatan Pemasaran. Kemudian Di Tulisannya Yang Terbit Pada 2013, Ia Menambahkan Bahwa Digital Marketing Adalah Penggunaan Teknologi Untuk Membantu Aktivitas Pemasaran Guna Meningkatkan Pengetahuan Pelanggan Dengan Menyesuaikan Kebutuhan Mereka.
[su_box title=”Author – Suworo, S.Si.,M.M.”]Saat ini penulis adalah Dosen Manajemen Universitas Pamulang Tangerang Selatan dan di amanahi sebagai Manajer Marketing di Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School Depok.[/su_box]


