Sosial Media dalam Pendidikan

Sebuah institusi yang ingin berkembang harus mengikuiti perkembangan teknologi. Sosial Media sebagai jejaring sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita saat ini. Tidak hanya sebagai sumber hiburan, membangun jejaring, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang penting. Media sosial telah menjadi bagian penting dari budaya remaja saat ini. Menurut studi terbaru, hampir 90% remaja dalam rentang usia 13 hingga 17 tahun telah menggunakan media sosial, Rideout, V., & Robb, M. B. (2019).

Lebih dari separuh dari mereka, sekitar 51%, mengunjungi situs-situs media sosial setidaknya sekali sehari, menunjukkan betapa pentingnya peran platform ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Bahkan, sekitar 75% dari mereka memiliki akun media sosial yang aktif, yang menandakan bahwa hampir semua remaja memiliki keterlibatan langsung dengan platform-platform ini.

Bagaimana Tanggapan Orang-Orang?

Media sosial diyakini sebagian orang hanya membuang-buang waktu, terutama bagi pelajar, karena cenderung mengalihkan perhatian mereka. Namun hal ini tidak selalu terjadi. Jika kita mencermati, media sosial nampaknya memberikan pengaruh positif terhadap cara siswa belajar, menggali informasi dan digunakan tenaga pendidik untuk mengajar. Keaktifan pelajar di media sosial untuk berbagai keperluan, seperti bersosialisasi dan mencari referensi kegiatan hiburan, “Al-Bahrani et al., 2015; Supardi et al. (2021)”.

Oleh karena itu, tenaga pendidik hendaknya melihat hal ini sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi polemik permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran online “Liu & Zhang (2021), Yuzulia (2021)”. Hal ini nampaknya bisa dilakukan, mengingat penggunaan media sosial dalam pembelajaran merupakan salah satu tren dan isu yang berkembang dalam dunia Teknologi Pendidikan akhir-akhir ini “Selwyn & Oliver (2011)”.

Pertama munculya media sosial pernah  diabaikan sebagian  institusi pendidikan, karena banyak sekolah dan universitas yang kurang menyadari potensinya sebagai alat komunikasi dan membangun  keterlibatan (engagement). Namun, dalam perkembangan akhir akhir ini, semakin banyak sekolah dan universitas yang mulai menyadari manfaat penggunaan media sosial untuk terhubung dengan pemangku kepentingan, memberikan perkembangan dan informasi, sebagai media transfer pengetahuan, dan membangun  komunitas.

Dalam buku ini akan menjelaskan bagaimana institusi pendidikan dapat menggunakan media sosial untuk menyatukan semua orang dan mengubah persepsi penggunaan media sosial untuk pendidikan, serta alat pemasaran media sosial terbaik untuk sekolah dan Pendidikan tinggi.

Dampak Psikologis & Kesehatan pengguna layar gadget & media lainnya

Meskipun penggunaan media sosial oleh remaja memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan terhubung dengan teman sebaya, perlu diingat bahwa hal ini juga membawa dampak sosial dan psikologis yang signifikan. Studi-studi telah menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat berhubungan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan kurangnya tidur, “Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2018)”.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa sementara media sosial menyediakan platform yang kuat untuk berinteraksi, mereka juga membawa tanggung jawab besar dalam memastikan penggunaannya yang sehat dan berkelanjutan, terutama di kalangan remaja.

Sebagian besar waktu senggang anak-anak dan remaja dihabiskan dengan layar, termasuk ponsel cerdas, tablet, konsol permainan, dan televisi “Common Sense Media (2015)”, “Twenge et al. (2019)”, yang menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, profesional kesehatan, dan pendidik “Kardaras (2017)”.

Kekhawatiran ini telah mendorong organisasi medis seperti American Academy of Pediatrics (AAP) untuk merekomendasikan bahwa orang tua membatasi waktu untuk anak anak berinteraksi dengan layar, dengan batasan waktu tertentu untuk anak-anak prasekolah dan saran umum untuk membatasi waktu di layar bagi anak-anak dan remaja yang lebih tua “Radesky dan Christakis (2016)”.

Manfaat Menggunakan Media Sosial Untuk Pendidikan

Media Sosial sebagai media jejaring antar person, person dengan lembaga alatau lembaga dengan lembaga memiliki manfaat dalam dunia Pendidikan:

  • Konektivitas, Siswa dapat menggunakan media sosial untuk terhubung satu sama lain. Lembaga pendidikan dapat terus berkomunikasi dengan siswanya dengan tetap aktif di media sosial dan berbagi informasi yang relevan. Sebuah lembaga pendidikan yang memiliki kehadiran sosial membantu memperkuat konektivitas tanpa ada batasan jarak.
  • Membangun komunitas, Media sosial dapat memberikan paparan industri yang lebih baik kepada para profesional pengajar karena memberi mereka kesempatan untuk berjejaring dengan banyak pakar industri dan fakultas dari berbagai institusi. Bahkan siswa dapat membangun komunitas mereka sendiri untuk berbagai tujuan, seperti diskusi kelompok, proyek, tugas, acara olahraga, dan ujian.
  • Merangsang pengetahuan dan diskusi, Media sosial membuka pintu untuk berbagi informasi, pengetahuan, pandangan, dan opini secara terus-menerus. Hal ini membuat pemberian dan penerimaan informasi menjadi cepat di kalangan mahasiswa dan dosen. Media sosial menyediakan platform untuk menilai, menganalisis , menyimpan, dan berbagi informasi melalui jaringan yang lebih luas.
  • Keterlibatan orang tua, Jaringan media sosial terbukti menjadi alat yang berharga bagi lembaga pendidikan untuk melibatkan orang tua siswa dan mendorong keterlibatan mereka. Kehadiran aktif di media sosial membuat orang tua selalu mengetahui perkembangan dan memberikan mereka visibilitas terhadap kejadian terkini di lembaga.

Lembaga Pendidikan baik formal maupun informal (Sekolah Pendidikan Tinggi, dan Lembaga kursus)   dapat memanfaatkan Media Sosial dengan cara:

  • Meningkatkan keterlibatan dan memotivasi siswa
  • Bangun komunitas yang kuat
  • Mendorong kolaborasi dan komunikasi
  • Memberikan akses terhadap sumber daya yang luas
  • Melakukan kuliah dan diskusi secara langsung dengan streaming
  • Memberikan tugas akademik
  • Media promosi baik secara organic maupun berbayar
  • Meningkatkan rekrutmen Pendidikan
  • Memfasilitas pengembangan profesi guru, seperti membuat media pembelajaran

[su_box title=”Author – Suworo, S.Si.,M.M.”]Saat ini penulis adalah Dosen Manajemen Universitas Pamulang Tangerang Selatan dan di amanahi sebagai Manajer Marketing di Pesantren Al Wafi Islamic Boarding School Depok.[/su_box]

Scroll to Top